Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Angka Romawi

Aturan Penulisan Angka Romawi

Suatu bilangan ditulis dengan menggabungkan simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh, II = 2, 8 = VIII, 35 = XXXV, 68 = LXIII, 512 = DXII, 1235 = MCCXXXV, 3333 = MMMCCCXXXIII
Simbol penulisannya ditulis dari yang paling besar sebelah kiri, lalu yang lebih kecil sebelah kanannya.
Biasanya satu simbol hanya digunakan paling banyak tiga kali, sehingga penulisan bilangannya menjadi lebih singkat. Untuk itu, dapat digunakan metode pengurangan, yaitu dengan menuliskan angka yang lebih kecil terlebih dahulu, lalu angka yang lebih besar. Sebagai contoh, 4 = IV, 9 = IX, 49 = XLIX, 399 = CCCXCIX, 2014 = MMXIV.
Aturan penulisan bilangan yang mengandung pengurangan adalah:
  • I dapat ditulis sebelum V atau X untuk menuliskan 4 (IV) atau 9 (IX)
  • X dapat ditulis sebelum C atau L untuk menuliskan 40 (XL) atau 90 (XC)
  • C dapat ditulis sebelum D atau M untuk menuliskan 400 (CD) atau 900 (CM)
Dengan demikian, penulisan angka romawi yang benar untuk 49 adalah XLIX, bukan IL, karena I tidak dapat ditulis sebelum L. Demikian juga dengan penulisan bilangan 999 adalah CMXCIX, bukan IM atau XMIX, karena I tidak dapat ditulis sebelum M dan X tidak dapat ditulis sebelum M.

Penulisan Angka Romawi untuk Bilangan Besar

Karena simbol angkanya hanya ada sampai ribuan, maka untuk menuliskan bilangan yang lebih besar dapat dibuat dengan menuliskan tanda strip di atas simbol tersebut. Kemudian bisa juga dengan menuliskan tanda mutlak ||.
Sebagai contoh, \bar{M} = 1.000.000, dan |\bar{V}| = 500.000

Penggunaan Angka Romawi

Saat ini angka romawi sudah jarang digunakan, karena penulisannya lebih rumit dan lebih panjang dibandingkan dengan menggunakan angka latin. Beberapa kasus yang masih menggunakan angka romawi adalah pada halaman buku sebelum isi, yaitu mulai dari halaman kata pengantar sampai dengan halaman pendahuluan atau halaman daftar isi. Kemudian pada jam dinding atau jam tangan, sebagian masih menggunakan angka romawi.

Tabel Angka Romawi


Senin, 19 Januari 2015

SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL


A.      Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)

Bentuk Umum :
ax + by = c … (1)
px + qy = r … (2)
Dengan a, b, c, p, q, r € R dan a, b, p, q ≠ 0, sedangkan x,y suatu variabel.
Untuk memecahkan permasalahan suatu SPLDV dapat dilakukan dengan metode substitusi atau metode eliminasi.

B.       Metode Penyelesaian SPLDV

1.      Metode Substitusi
Substitusi dapat diartikan dengan mengganti atau menempatkan suatu variabel dengan variabel lainnya, dengan syarat variabel yang akan digantikan harus berkoefisien 1 (satu).
Adapun langkah – langkahnya sebagai berikut :
a.         Dari variabel – variabel yang ada, pilih yang koefisiennya 1
b.        Ubah variabel berkoefisien 1 itu ke dalam bentuk : y = … atau x = …
c.         Ganti variabel y atau x pada persamaan lain dengan isi (bagian yang berada disebelah kanan sama dengan) dari variabel y = … atau x = … tadi. Lalu selesaiakan persamaan hingga didapat nilai salah satu variabel.
d.        Masukkan nilai variabel yang sudah ditemukan ke dalam persamaan y = … atau x = … untuk memperoleh nilai dari variabel lainnya.
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan : 5x – 2y = 1 dan 2x + y = 4
Jawab :
Langkah – langkah penyelesaian:
a.       Variabel berkoefisien 1, yakni variabel y pada persamaan y pada persamaan: 2x + y = 4
Ubah persamaan tersebut menjadi y = …, maka diperoleh:
Ø  2x + y = 4
Ø  y = 4 – 2x ………. (*)
b.      Ganti variabel y pada persamaan kedua (5x – 2y = 1) dengan persamaan (*), didapat
Ø  5x -2(4 – 2x) = 1
Ø  5x – 8 + 4x = 1
Ø  9x – 8 = 1
Ø  9x = 1 + 8
Ø  9x = 9
Ø  x = 1
c.       Masukkan nilai x = 1 ke persamaan (*), maka didapat :
Ø y = 4 – 2(1)
Ø y = 4 – 2
Ø y = 2, Jadi himpunan penyelesaiannya = {1,2}

2.      Metode Eliminasi
Metode ini dilakukan dengan cara mengeliminasi atau menghilangkan salah satu variabel yang ada dalam SPLDV, untuk mendapatkan nilai dari variabel lain (yang tidak dihilangkan).
Adapun langkah – langkahnya, sebagai berikut :
a.         Pilih variabel yang akan dieliminasi, misal x. Kemudian samakan koefisien variabel di kedua persamaan
b.        Hilangkan kedua variabel x (yang sudah sama koefisiennya) dengan menjumlah/mengurangkan kedua persamaan, lalu selesaikan hingga dapat nilai dari variabel yang tersisa yakni y.
c.         Lalu, substitusikan nilai variabel yang ditemukan tadi, yaitu y, ke salah satu persamaan sehingga akan ditemukan nilai variabel yang lain atau yang dieliminasi sebelumnya (x).
Contoh :
Himpunan penyelesaian dari :
2x + 3y = 18 dan 3x – 2y = 1, adalah …
            Jawab :
            Langkah – langkah penyelesaiannya adalah :
a.       Kita pilih variabel yang akan dieliminasi adalah x, maka koefisien x di kedua persamaan itu harus disamakan.
Ø  2x + 3y = 18 ….. dikali 3
Ø  3x – 2y = 1 ……. dikali 2
Didapat
Ø  6x + 9y = 54 …. (*)
Ø  6x – 4y = 2 ….. (**)
b.      Karena koefisien dari kedua variabel x di atas sama – sama positif maka untuk menghilangkannya dilakukan pengurangan pada (*) dan (**), maka didapat :
Ø  6x + 9y = 54
Ø  6x – 4y = 2
-------------------------- -
          13y = 52
          y = 4
c.       Masukkan (substitusikan) nilai y = 4 ke salah satu persamaan di awal :
Ø  2x + 3(4) = 18
Ø  2x + 12 = 18
Ø  2x = 18 – 12
Ø  2x = 6
Ø  x = 3
Jadi, himpunan penyelesaiannya = {3,4}

C.      Menyelesaikan SPLDV dalam Bentuk Cerita
Beberapa persoalan kehidupan sehari – hari ternyata dapat diselesaikan dengan menggunakan perhitungan SPLDV. Persoalan tersebut biasanya tersaji dalam bentuk cerita. Sebelum melakukan perhitungan maka soal cerita yang tersedia harus diubah dahulu menjadi kalimat matematika (model matematika)  yang membentuk SPLDV. Lihat contoh nomor 3 pada pembahasan “Contoh Soal”

D.      Sistem Persamaan Non-Linier Dua Variabel (SPNLDV)
SPNLDV adalah suatu sistem persamaan yang kedua jenis persamaannya tidak linier. Diantara tidak linier bisa berupa pecahan aljabar dan persamaan kuadrat.
Untuk menyelesaikan SPNLDV dapat digunakan metode – metode penyelesaian SPLDV (substitusi atau eliminasi) dengan syarat; mengubah dulu bentuk variabel non-linear menjadi bentuk variabel linear. Caranya dengan melakukan pemisalan. Lihat contoh nomor 4 dan 5 pada pembahasan “Contoh Soal”.

E.       Contoh Soal
1.      Diketahui sistem persamaan :
2x – 3y = 18 dan x + 4y = -2. Maka nilai dari x + y adalah ..

Jawab :
Diketahui :
(1)   … 2x – 3y = 18
(2)   … x + 4y = -2

Penyelesaian : Metode substitusi
Ubah persamaan (2), diperoleh :
Ø  x + 4y = -2
Ø  x = - 4 – 2 … (*)

Masukkan persamaan (*) ke (2), didapat :
Ø  2(-4y – 2 ) – 3y = 18
Ø  - 8y – 4 – 3y = 18
Ø  - 11y = 18 + 4
Ø  - 11y = 22
Ø  y = -2

Masukkan nilai y = -2 ke persamaan (*), maka diperoleh :
Ø  x = - 4 (-2) – 2
Ø  x = 8 – 2
Ø  x = 6
Maka nilai dari :
Ø  x + y = 6 + ( - 2 ) = 6 – 2 = 4

2.      UN 2010
Jika x dan y penyelesaian dari persamaan 3x – 4y = 17 dan 2x + 5y = - 4, nilai  4x – 3y adalah ...
a.       18
b.      6
c.       – 6
d.      – 18
Jawab :
Penyelesaian : Metode eliminasi
3x – 4y = 17 X 2 6x – 8y = 34
2x + 5y = - 4 X 3 6x + 15y = -12
----------------------------------------- -
-23y = 46
y = -2

Masukkan nilai y = -2 ke salah satu persamaan awal, didapat :
Ø  3x – 4 ( - 2) = 17
Ø  3x + 8 = 17
Ø  3x = 9
Ø  x = 3

Maka nilai dari 4x – 3y adalah
Ø  4(3) – 3 (-2) = 12 + 6 = 18

3.      Tika pergi ke pasar hendak membeli minyak sayur dan gula pasir. Jika harga yang dibayar Tika untuk 3 bungkus minyak sayur dan 2 bungkus gula pasir adalah Rp 15.500,00. Sedangkan pada minggu yang lalu, ketika Tika membeli 4 bungkus minyak sayur dan 3 bungkus gula pasir dikenakan harga Rp 22.000,00. Jika minggu depan Tika akan membeli 2 bungkus minyak sayur dan 3 bungkus gula pasir, maka jumlah harga yang harus dibayar oleh Tika adalah …
Jawab :
Pembuatan model matematika :
Misal : x = sebungkus minyak sayur, dan y = sebungkus gula pasir, maka dari kasus Tika di atas diperoleh persamaan :
(1)   … 3x + 2y = 15.500
(2)   … 4x + 3y = 22.000

Sedangkan yang ditanyakan adalah nilai (harga) dari 2x + 3y = … ?
            Penyelesaian : Metode Eliminasi
            3x + 2y = 15.500 X 3 : 9x + 6y = 46.500
            4x + 3y = 22.000 X 2 : 8x + 6y = 44.000
                                    ------------------------------- -
                                                            x = 2.500

Masukkan nilai x = 2.500 ke persamaan (2), didapat :
Ø  4(2.500) + 3y       = 22.000
Ø  10.000 + 3y          = 22.000
Ø  3y                         = 12.000
Ø  y                           = 4.000
Untuk x = 2.500 dan y = 4.000, maka nilai dari 2x + 3y adalah
Ø  2(2.500) + 3(4.000) = 17.000
Jadi, harga yang harus dibayar Tika untuk pembelian 2 bungkus minyak sayur dan 3 bungkus gula pasir adalah Rp 17.000,00

4.      Himpunan penyelesaian persamaan :
1/x + 2/y = 2 dan 3/x – 4/y = 1

Jawab :
Diketahui SPNLDV
1/x + 2/y = 2 … (1)
3/x – 4/y = 1 … (2)

Permisahan :
Misal; p = 1/x dan q = 1/y, maka persamaan diatas menjadi SPLDV
p + 2q = 2 … (3)
3p – 4q = 1 … (4)

Penyelesaian : Metode Substitusi
Ubah persamaan (2) :
Ø  p + 2q = 2
Ø  p = 2 – 2q …. (5)
Masukkan persamaan (5) ke persamaan (4)
Ø  3(2 – 2q) – 4q    = 1
Ø  6 – 6q – 4q         = 1
Ø  - 10q = -5
Ø  q = 1/2
Masukkan nilai q = 1/2 ke persamaan (5)
Ø  p = 2 – 2(1/2)
Ø  p = 2 – 1
Ø  p = 1
Mencari nilai x dan y :
Dari pemisalan p = 1/x dan nilai p = 1, maka diperoleh :
1/x = 1
x = 1
Dari pemisalan q = 1/y dan nilai q = 1/2 , maka diperoleh
1/y = ½
y = 2
Jadi, himpunan penyelesaiannya : {1,2}
5.      Himpunan penyelesaian persamaan :
x^2 + y^2 = 13 dan 3x^2 – y^2 = 3 adalah

Jawab :
Diketahui SPNLDV
x^2 + y^2 = 13 … (1)
3x^2 – y^2 = 3 … (2)

Pemisalan :
Misal : x^2 = a dan y^2 = b, maka persamaan diatas menjadi SPLDV
a + b = 13 … (3)
3a – b = 3 … (4)

Penyelesaian : Metode Eliminasi
a + b = 13
3a – b = 3
-------------- +
4a = 16
a = 4
            Masukkan nilai a = 4 kepersamaan (3)
a + b = 13
4 + b = 13
b = 9

Mencari nilai x dan y :
dari pemisalan x^2 = a dan nilai x = 4, maka diperoleh :
x^2 = a
x^2 = 4
x = √4
x = ±2

Dari pemisalan y^2 = b dan nilai y = 9, maka diperoleh :
y^2 = b
y^2 = 9
y = √9
y = ±3

Jadi, Himpunan penyelesaian = {±2, ±3}



Bangun Datar

Pengertian Bangun Datar

Bangun datar adalah bagian dari bidang datar yang dibatasi oleh garis - garis lurus atau lengkung (Imam Roji, 1997)
Bangun datar dapat didefinisikan sebagai bangun yang rata yang mempunyai dua dimensi yaitu panjang dan lebar, tetapi tidak mempunyai tinggi atau tebal (Julius Hambali, Siskandar dan Mohamad Rohmad, 1996)
Berdasarkan pengertian tersebut dapat ditegaskan bahwa bangun datar merupakan dua dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar, yang dibatasi oleh garis lurus atau lengkung.

Macam - Macam Bangun Datar

  • Persegi panjang, yaitu bangun datar yang mempunyai sisi berhadapan yang sama panjang dan memiliki empat buah titik sudut siku - siku.
  • Persegi, yaitu persegi yang panjang semua sisinya sama panjang.
  • Segitiga, yaitu bangun datar yang terbentuk oleh tiga buah titik yang tidak segaris. Macam - macam segitiga adalah segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku - siku dan segitiga sembarang.
  • Jajar genjang, yaitu segi empat yang sisinya sepasang - sepasang sama panjang dan sejajar.
  • Trapesium, yaitu segi empat yang memiliki tepat sepasang sisi sejajar.
  • Layang - layang, yaitu segi empat yang salah satu diagonalnya memotong tegak lurus sumbu diagonal lainnya.
  • Belah ketupat, yaitu segiempat yang semua sisinya sama panjang dan kedua diagonalnya saling berpotongan tegak lurus.
  • Lingkaran, yaitu bangun datar yang berbentuk dari himpunan semua titik persekitaran yang mengelilingi suatu titik asal dengan jarak yang sama. Jarak tersebut biasanya dinamakan r atau radius atau jari - jari.

Rumus Bangun Datar

  • Rumus Persegi
    • Luas = s x s = S2
    • Keliling = 4 x s, 
      • dengan s = panjang sisi persegi
  • Rumus Persegi panjang
    • Luas = p x l
    • p = Luas : Lebar
    • l = Luas : panjang
    • Keliling = 2p + 2l = 2 x (p + l)
      • dengan p = panjang persegi panjang dan l = lebar persegi panjang.
  • Rumus segitiga
    • Luas = 1/2 x a x t
      • dengan a = panjang alas segitiga dan t = tinggi segitiga
      • panjang sisi miring segitiga siku - siku dicari dengan rumus Phytagoras (A2 + B2 + C2)
  • Rumus Jajar Genjang
    • Luas = a x t
      • dengan a = panjang alas jajargenjang dan t = tinggi jajar genjang.
  • Rumus Trapesium
    • Luas = 1/2 x (s1 + s2) x t
      • dengan s1 dan s2 = sisi - sisi sejajar pada trapesium dan t = tinggi trapesium
  • Rumus Layang - Layang
    • Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
  • Rumus Belah Ketupat
    • Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
  • Rumus Lingkaran
    • Luas = p x jari - jari (r)  x jari - jari (r)  

Kamis, 15 Januari 2015

Bangun Ruang

 1. Pengertian Bangun Ruang
Bangun ruang disebut juga bangun tiga dimensi. Bangun ruang merupakan sebuah bangun yang memiliki ruang yang dibatasi oleh beberapa sisi. Jumlah dan model sisi yang membatasi bangun tersebut menentukan nama dan bentuk bangun tersebut. Misalnya: 
  • Bangun yang dibatasi oleh 6 sisi yang sama ukuran dan bentuknya, disebut bangun kubus.
  • Bangun yang dibatasi oleh 6 sisi yang mempunyai ukuran panjang dan lebar (persegi panjang) disebut bangun balok dan prisma.
  • Bangun yang dibatasi oleh sisi lengkung dan dua buah lingkaran, disebut bangun tabung.
Jumlah serta model sisi yang dimiliki oleh sebuah bangun tertentu merupakan salah satu sifat bangun ruang tersebut. Jadi, sifat suatu bangun ruang ditentukan oleh jumlah sisi, model sisi dan lain - lain. 

 2. Sifat - Sifat Bangun Ruang
a. Kubus 
Bangun ruang ini memiliki sifat - sifat sebagai berikut: 
  • Memiliki 6 sisi yang ukuran dan modelnya sama. 
  • Memiliki 12 rusuk yang ukurannya sama. 
  • Memiliki 8 buah sudut yang sama besar (90o). 
  • Memiliki ukuran s x s x s 
[image%255B4%255D.png]
Kubus

b. Balok 
Bangun ruang ini memiliki sifat - sifat sebagai berikut: 
  • Memiliki 4 sisi  berbentuk persegi panjang 
  • Memiliki 2 sisi yang bentuknya sama. 
  • Memiliki 4 rusuk yang ukurannya sama 
  • Memiliki ukuran p x l x t. 
[image%255B9%255D.png]
Balok

c. Tabung 
Bangun ruang ini memiliki sifat - sifat sebagai berikut: 
  • Memiliki sisi alas yang berbentuk lingkaran. 
  • Memiliki sisi atas yang berbentuk lingkaran. 
  • Memiliki  sisi (selimut) yang bentuknya lengkung. 
[image%255B14%255D.png]
Tabung

d. Kerucut 
Bangun ruang ini memiliki sifat - sifat sebagai berikut: 
  • Memiliki sisi alas yang berbentuk lingkaran. 
  • Memiliki titik puncak atas.  
  • Memiliki  sisi (selimut) yang bentuknya lengkung. 
[image%255B19%255D.png]
Kerucut

e. Limas Segitiga 
Bangun ruang ini memiliki sifat - sifat sebagai berikut: 
  • Alas berbentuk segitiga. 
  • Memiliki 3 buah sisi yang berbentuk segitiga. 
  • Memiliki 6 buah rusuk. 
  • Memiliki 3 rusuk yang ukurannya sama. 
  • Memiliki titik puncak atas. 
[image%255B24%255D.png]
Limas Segitiga

f. Limas Segiempat 
Bangun ruang ini memiliki sifat - sifat sebagai berikut:
  • Alas berbentuk segiempat. 
  • Memiliki 4 buah sisi yang berbentuk segitiga. 
  • Memiliki 8 buah rusuk. 
  • Memiliki 4 rusuk yang ukurannya sama. 
  • Memiliki titik puncak atas. 
[image%255B29%255D.png]
Limas Segiempat

 Sumber Informasi:
http://web-matematik.blogspot.com/2012/09/sifat-sifat-bangun-ruang.html